Perjanjian Baru

Lukas 20:3-18 Terjemahan Sederhana Indonesia (TSI)

3. Jawab-Nya kepada mereka, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Coba kalian jawab pertanyaan-Ku ini:

4. Siapa yang memberikan hak kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?”

5. Lalu mereka membicarakan hal itu di antara mereka sendiri, “Kalau kita mengatakan, ‘Dari Allah,’ maka dia akan berkata, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’

6. Tetapi kalau kita berkata, ‘Dia bekerja atas kemauannya sendiri,’ maka semua orang ini akan melempari kita dengan batu! Karena mereka yakin Yohanes adalah seorang nabi.”

7. Jadi akhirnya mereka menjawab, “Kami tidak tahu.”

8. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu Aku juga tidak akan mengatakan kepada kalian Siapa yang memberikan hak kepada-Ku untuk melakukan hal-hal itu.”

9. Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang banyak. Kata-Nya, “Pada suatu hari seorang pemilik tanah menyuruh hamba-hambanya menanam pohon anggur di dalam kebun anggurnya yang besar. Kemudian dia menyewakan kebunnya itu kepada beberapa orang petani, lalu dia bersama para hambanya pergi ke negeri lain untuk waktu yang cukup lama.

10. Ketika musim panen anggur sudah tiba, pemilik kebun itu menyuruh salah satu hambanya pergi menagih hasil kepada para petani itu, supaya mereka memberikan hasil kebun yang menjadi bagian pemilik itu. Tetapi setibanya di sana, para petani itu memukuli si hamba itu, mengusirnya, lalu dia pulang dengan tangan kosong.

11. Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi sekali lagi mereka mencaci maki dan memukulinya, mengusirnya, lalu dia pulang dengan tangan kosong.

12. Lagi-lagi pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang ketiga. Tetapi mereka memukuli dia lagi— bahkan sampai melukainya. Lalu mereka menyeretnya keluar dari kebun itu.

13. “Akhirnya pemilik kebun itu berpikir, ‘Sekarang, apa yang akan aku lakukan? Aku akan mengutus anakku satu-satunya— yang sangat kukasihi. Mungkin mereka akan menyegani dan menghormati anakku sendiri.’

14. Tetapi ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri! Dia yang akan menjadi ahli waris kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita!’

15. Lalu mereka menyeret anaknya itu keluar dari kebun itu dan membunuhnya.“Jadi coba pikir: Kalau sudah begitu, apa lagi yang akan diperbuat oleh pemilik kebun itu kepada mereka?

16. Tentu dia sendiri yang akan datang dan membunuh para petani itu. Lalu dia akan menyewakan kebunnya itu kepada petani-petani yang lain.”Lalu orang-orang yang sedang mendengarkan Yesus itu berkata, “Wah! Jangan sampai hal itu terjadi!”

17. Tetapi Yesus memandangi mereka dan berkata, “Kalau begitu, coba kalian artikan ayat dari Kitab Suci ini,‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunansudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang terutama.’

18. Dan Aku berkata kepada kalian: Setiap orang yang tersandung pada batu itu akan hancur. Dan setiap orang yang tertimpa batu itu akan hancur lebur.”

Membaca bab lengkap Lukas 20