Perjanjian Lama

Perjanjian Baru

Kejadian 24:17-29-30 Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK)

17. Hamba Abraham lari mendekatinya dan berkata, “Tolong, Nak, berilah saya minum dari buyungmu itu.”

18. Gadis itu menjawab, “Minumlah, Pak,” lalu dengan cepat diturunkannya buyungnya dari bahunya, dan sambil memegang buyung itu diberinya hamba itu minum.

19. Setelah hamba itu selesai minum; berkatalah gadis itu, “Saya akan menimba air untuk unta-unta Bapak juga, supaya semua binatang itu dapat minum sepuasnya.”

20. Kemudian dengan cepat air di dalam buyung itu dituangkannya ke dalam tempat minum unta, lalu berlarilah ia kembali ke sumur untuk menimba air lebih banyak lagi sampai semua binatang itu puas minum.

21. Sementara itu hamba Abraham terus memperhatikannya tanpa berkata sepatah pun. Ia ingin tahu apakah Tuhan membuat ia berhasil melakukan tugasnya atau tidak.

22. Setelah semua unta minum sepuas-puasnya, hamba Abraham mengambil perhiasan emas yang berharga, lalu mengenakannya pada hidung gadis itu. Pada lengannya diberi sepasang gelang emas.

23. Lalu hamba itu berkata, “Coba katakan siapa ayahmu. Adakah tempat bermalam di rumahnya untuk saya dan orang-orangku?”

24. “Ayah saya Betuel, anak Nahor dan Milka,” jawab gadis itu.

25. “Di rumah kami ada tempat bermalam untuk Bapak dan juga banyak jerami dan makanan ternak.”

26. Maka sujudlah hamba itu menyembah Tuhan.

27. Katanya, “Pujilah Tuhan, Allah tuan saya Abraham. Tuhan ternyata setia dan berbaik hati kepada tuan saya Abraham. Ia memimpin saya langsung kepada sanak saudaranya.”

28. Kemudian gadis itu lari ke rumah ibunya dan menceritakan segala kejadian itu.

29-30. Ribka mempunyai seorang abang yang bernama Laban. Ia mendengar cerita adiknya tentang apa yang dikatakan hamba itu. Ia melihat juga perhiasan di hidung dan gelang pada lengan adiknya itu. Maka berlarilah Laban keluar rumah untuk menemui hamba Abraham itu yang masih berdiri dengan unta-untanya di dekat sumur.

Membaca bab lengkap Kejadian 24